Berawal dari obrolan mengenai pembelajaran di Indonesia, dua orang sahabat yang berasal dari latar belakang dan lokasi yang berbeda mencapai sebuah kesamaan pendapat. Trie Wahyuni, S.S. di Jakarta, seorang ibu dua anak, dan Mulan Cahyani Suciadi di Semarang, ibu satu anak, melalui percakapan telepon menyadari bahwa pendidikan anak terlalu penting untuk diserahkan sepenuhnya kepada sistem yang ada.
Selama ratusan tahun, sistem pendidikan Indonesia belum banyak berubah. Memang, pejabat pendidikan negara menjabat silih-berganti, masing-masing membawa kebijakan dan kurikulumnya. Namun, yang mereka lakukan baru menambal-sulam sebuah sistem yang diwarisi dari zaman kolonial — sebuah sistem yang telah berulang kali terbukti gagal memanusiakan manusia.
Walaupun Trie dan Mulan menempuh jalan yang berbeda untuk menjamin pendidikan bagi anak-anak mereka – kedua putri Trie bersekolah formal dan non formal, sedangkan putri tunggal Mulan menjalani hari-hari sebagai pesekolah-rumah (homeschooler) – kedua sahabat ini tidak mudah berpuas diri. Mereka berdua menyadari, bahwa ada satu lembaga lagi yang sangat mumpuni untuk menjadi landasan pendidikan anak: keluarga.
Setiap keluarga pasti punya target yang menjadi tujuan pendidikan anak-anak mereka. Maka jika target ini terasa jauh dengan hanya mengandalkan perjuangan anak sendirian di dalam sistem pendidikan yang ada, itulah saatnya keluarga bergandeng tangan untuk mengejar kekurangannya. Lewat jembatan komunikasi dan kasih sayang, keluarga adalah wadah yang aman dan nyaman bagi semua anggotanya bertumbuh dalam atmosfer pembelajaran yang tak berkesudahan; karena memang begitulah sejatinya proses belajar – tak berkesudahan sepanjang hayat. Pendidikan tak hanya berlaku bagi anak, namun terlebih lagi, bagi orang tua mereka.
Maka, pada 21 Juni 2026, Trie dan Mulan membentuk CV Yuwanaloka Sumber Intelegensia. Mereka siap bergandeng tangan dengan seluruh orang tua di seantero negeri ini yang punya tekad yang sama dalam membersamai anak-anak mereka mencintai proses belajar, demi masa depan yang lebih cerah.
Kami hadir untuk mendampingi orang tua anak usia sekolah dengan cara: